17.05... Tertulis di sebuah kertas persegi panjang
yang bernama Cinta di atasnya.Kertas itu biasa digunakannya setiap kali dia
datang atau pulang dari kantor tempat dia magang.Gadis remaja kelas tiga SMK
ini sedang menjalani masa magangnya.Tahun ini dia harus magang di kelas tiga
dikarenakan program pemerintah yang mengharuskan Ujian Nasional di kelas dua
dan magang di kelas tiga.Sekolahnya SMK PGRI 03 Malang ini mempunyai aturan
tentang lamanya siswa magang yaitu selama satu tahun.Hampir sebelas bulan dia disini.
Para karyawan dari Dewata Queen mulai mengantri
untuk absen di depan sebuah benda yang disebut Check Clock.Cinta melewati pintu
keluar seusai dia absen di salah satu pasar swalayan terbesar di kota
Denpasar.Kantor tempat dia magang merupakan perusahaan milik Dewata Queen,
kantor itu diberi nama Cahaya Studio yang terletak di seberang jalan Dewata
Queen.Kegiatan Perusahaan ini tidak hanya mencetak saja, namun bisa membuat
stiker , laser, printing dan design.
Kali ini dia berjalan menyusuri area hiburan
anak-anak di Gedung Dewata Queen yang tak pernah sepi dikunjungi.Tiba-tiba
langkahnya terhenti oleh sebuah suara yang memanggilnya dari belakang.
" Cinta......"
Langkahnya dengan Sofi temannya seketika itu
berhenti dan menoleh ke sumber suara itu.
"Ada Apa Pak?"Jawabnya pada seorang satpam
bertubuh gemuk dengan pakaian berwarna putih layaknya satpam
kebanyakan,Rambutnya yang panjang di kuncir rapi dengan kumis dan beras di
dahinya, yang menandakan dia Seorang Hindu yang telahg melaksanakan sembahyang.
"Besok pagi kamu temui saya untuk saya antar ke
ruangan Direktur..."
"Ha... Saya?"Wajah Cinta mulai memerah
diselubungi rasa takut dan berbagai pertanyaan apakah dia melakukan kesalahan?
"Ya Kamu"
"Ya Kamu"
"Tapi untuk apa Pak?Apa saya melakukan sebuah
kesalahan?"
"Saya sendiri tidak tahu, itu yang Pak Direktur
katakan pada saya Sebelum jam 08.00 ya?"
Satpam itu pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban
Cinta, karena dia tahu pasti Cinta akan datang karena tak ada pilihan lain
baginya selain itu tak ada pula alasannya untuk menolak.
"Ada apa Cin?"Sofi menarik lengan cinta,
yang masih berdiam diri saja
"Aku juga tidak tahu Sof, ada apa ya.. Aku
takut Sof"
"Sudahlah... Direktur kan orangnya ramah,
setiap bertemu kita dia selalu tersenyum, g' usah takut?"
Sofi adalah gadis Jogja yang magang dengan Cinta,
mereka mulai akrab sejak mereka magang di tempat yang sama.
Angin malam membuai fikiran Cinta, yang diselimuti
rasa takut dan kekhawatiran jika prakerin yang dilaksanakannya selama hampir
sebelas bulan sia-sia hanya karena satu kesalahan.Angannya semakin jauh terbang
memikirkan setiap perbuatan yang membuatnya dipanggil oleh Pimpinan Queen
Dewata .Waktupun tak bisa membuat Cinta hanyut dalam lelap.Hingga dia membasuh
wajahnya berkali-kali agar dia lebih cepat untuk menyusuri indahnya dunia
mimpi.
***
Cinta berjalan tergesa-gesa sendiri tanpa ditemani
Sofi.Waktu menunjukkan pukul 07.45.. Kecerobohannya yang tidur larut malam
membuatnya bangun kesiangan. Pertama
bertemu direktur kenapa terlambat? Pikir Cinta dalam hati. Dengan nafas terengah-engah
dia sudah mendapati Pak Satpam menunggunya sambil menoleh ke kanan dan ke
kiri.Suasana cerah hari ini tak membuat cerah hati Cinta.Masih bergetar
tubuhnya.Dia mempercepat langkah kakinya untuk sampai di depan Pos Dewata Queen.Dia
tak melewati jalan biasanya saat dia akan absen karena dia harus menemui Satpam
terlebih dahulu.
"Pagi Pak?"
"Sudah jam berapa ini?Kata Pak Direktur jangan
sampai terlambat, kamu jam segini baru berangkat kemana saja kamu?"
"Maaf Pak saya kesiangan..."
"Sudah Ayo kamu sudah ditunggu Pak Agung"
"Tapi Pak Saya mau absen Dulu"
"Tidak Perlu"
Pak Satpam itu dengan kerasnya menarik lengan Cinta,
yang masih kepayahan.
Setelah berjalan dan menaiki escalator, akhirnya
mereka sampai di Ruang Direktur Dewata Queen.Ruangan yang penuh dengan AC, para
karyawan yang Rapi, dan sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.Satpam itu
mengetuk pintu Pak Direktur dengan sopan.
"Ya masuk"Terdengar suara dari dalam
ruangan yang memiliki pintu kayu dengan ukiran khas Pulau Dewata
"Permisi Pak, ini gadis yang Bapak
cari?"Tanya Satpam yang berdiri tepat di depan pintu
"oh Ya... Kamu Cinta?"
Pak Agung bertanya dengan senyum tersungging di
bibirnya.Orang berkulit putih dengan kacamata yang dikenakannya itu adalah
pemilik saham terbesar di Dewata Queen.Selalu berangkat pagi dengan pakaian
yang rapi dan anehnya dia selalu memakai baju batik.Kata orang Pak Agung adalah
keturunan Jawa.Dia mempunyai seorang istri yang merupakan orang Belanda dan
memiliki seorang anak laki-laki yang dikabarkan mengalami depresi akibat
ditinggalkan oleh kekasihnya karena kecelakaan maut yang terjadi saat akan
menghadiri makan malam di rumahnya.Tapi Cinta tak begitu tahu tentang anak
laki-laki Pak Agung.Yang dia fikirkan adalah alasan mengapa dia di panggil oleh
Pak Agung.Mukanya yang merah membuat Pak Agung heran.
"Kenapa wajahmu merah? Kamu takut?"Tanya
Pak Agung keheranan
"Tidak Pak, hanya saja saya penasaran kenapa
saya harus menghadap Bapak Direktur Ya?"
Tangan Cinta mulai bergetar, hingga suaranya pun
tanpa ia sadari juga bergetar, Pak Agung hanya tersenyum melihat tingkah Cinta
yang mulai dirasuki keringat dingin,Ruangan yang ber AC itu tak mampu
mendinginkan suasana hati Cinta saat ini.Dia mencoba memberanikan diri untuk
bertanya sesuatu pada Pak Agung agar dia tak berlama-lama lagi berada di
ruangan yang seolah seperti Penjara yang pengap.
"Apa saya melakukan kesalahan Pak?Hingga saya
harus berada disini? Kalau begitu saya benar-benar minta maaf Pak atas semua kesalahan saya Pak?"Cinta
menunduk tak berani memandang mata Pak Agung, sedang Pak Agung tertawa
terpingkal-pingkal mendengar perkataan Cinta.Dia bertepuk tangan dan
menghampiri Cinta dan menepuk bahunya, kemudian duduk di depan Cinta.Cinta
hanya tercengang melihatnya.
"Jangan terlalu resmi, kamu tidak pernah
melakukan kesalahan, justru saya memanggil kamu karena saya sangat perlu
bantuanmu."Raut muka Pak Agung mulai berubah cemas, "Bantuan saya?
Apa yang bisa dilakukan oleh orang seperti saya?" Alis Cinta mendekat
karena rasa herannya.
"Wajahmu mengingatkan saya pada seseorang, yang
harus pergi dengan cara yang tragis, saya tak pernah menyangka kalau dia akan
pergi secepat itu, tapi inilah takdir yang harus terjadi.Dia sangat dekat
dengan keluarga saya, dan saya sudah menganggapnya seperti anak saya sendiri.Kebaikannya
membuat putra saya jatuh hati, dan seharusnya mereka akan menikah bulan depan,
tapi dia sudah pergi dua minggu yang lalu, saat keluarga saya akan memberinya
kejutan bahwa dia akan ditunangkan dengan Kevin anak saya.Dia kecelakaan saat berangkat
menuju rumah saya, dia kritis selama enam jam dan dinyatakan meninggal
dunia.Begitu terlukanya Kevin yang telah mencintai gadis itu selama 2 tahun,dia
hanya menangis di dalam kamarnya, merenung dan melamun, dan dia mulai cuti dari
kuliahnya sejak dua minggu yang lalu, saya ingin kamu selama sebulan ini untuk
membantu saya mengembalikan dia seperti keadaan biasanya, Kevin yang selalu
ceria, dia yang selalu rajin dan semangat setiap harinya, Kamu bisa?"
Buliran air mata Pak Agung menetes menghiasa pipi
tembemnya, terasa begitu pilu merasakan keadaan putra semata wayangnya, Cinta
pun hanya bisa diam tanpa sepatah katapun yang bisa diungkapkannya,karena apa
yang dilontarkan Pak Agung begitu sulit untuk dilakukannya, tidak cukup hanya
untuk membalikkan telapak tangan saja, bagaimana mungkin melupakan orang yang
telah ia cintai selama 2 tahun dan akan menikah hanya dengan waktu satu bulan?
Waktu saja membutuhkan bertahun-tahun untuk merubahnya.
"Tapi saya kan masih terikat kontrak dengan
Cahaya Studio Pak? Dan saya harus menyelesaikanna agar saya bisa lulus sekolah,
lagipula setelah itu saya juga akan kembali Ke Malang lagi, saya tidak punya
waktu Pak..."
Tolak Cinta dengan alasan yang memang masuk akal,
lagipula Cinta merasa tidak akan sanggup dan tidak akan berhasil untuk mengubah
kenyataan pahit yang dialami Putra Pak Agung itu.
"Tenang saja, hal itu saya yang akan
mengaturnya, dan saya pastikan kamu menyelesaikan kontrak itu, bisakan kamu
membantu saya? Dia harus melanjutkan hidupnya, kamu pasti memiliki hati yang
baik dan tak mungkin membiarkan orang lain menderita hanya karena bayang-bayang
orang yang telah tiada kan?"
Pak Agung terus membujuk Cinta dengan berbagai
kata-kata, hingga Cinta mulai merasa iba dengan keadaan Pak Agung dan anaknya
yang bernama Kevin itu,
"Baiklah Pak saya akan mencobanya, tapi sampai
saya akan pulang saja ya Pak?", Cinta pun luluh dengan kata-kata Pak
Agung.
"Benarkah? besok supir saya akan menjemput kamu
di kost-kostan kamu pukul 08.00" Raut muka Pak Agung mulai cerah kembali
seperti tersirat sedikit harapan untuk masa depan putranya
***
Cinta bangun pagi-pagi sekali, dia mandi dengan
lamanya, berpakaian rapi, hingga lemari pakaiannya berantakkan, dan akhirnya
dia memutuskan untuk memakai baju kotak-kotak dengan lengan pendek dan rok
selutut dengan motif batik warna hijau muda.Rambutnya yang masih basah
membasahi punggungnya, dia sisir dengan cepat dan mengambil hair dryer, dengan
beberapa menit rambutnyapun kering.Dengan sebuah tas berwarna hitam kecil dia
selempangkan pada bahu kanannya.Dengan cepat dia ambil sepatu karet berwarna
cokelat dan segera menuju depan kost.Rasanya seperti sudah ditunggu di depan
gerbang, sedikit mata Cinta melirik pada sebuah jam tangan berwarna putih, jarum
pendek di angka tujuh!
Upss harus menunggu satu jam lagi? Cinta terlalu
takut untuk terlambat lagi hingga saat ayam-ayam masih berkokok dia telah
terbangun, akhirnya dia memutuskan untuk masuk kost kembali.
Satu jam Kemudian…
Suara mobil
menderu di depan gerbang kost Cinta, dengan bergegas Cinta memakai sepatunya
kembali, dan menuju gerbang . Ternyata yang menjemput dia adalah Pak Agung
sendiri,Cinta memberi salam pada Pak Agung dan menjabat tangannya,
"Sudah lama menunggu?"
"Tidak Pak,"
Dengan segera Pak Agung mempersilahkan Cinta untuk masuk
mobil.Cinta masuk mobil dan memakai sabuk pengaman
***
Satu jam kemudian mereka sampai di rumah Pak
Agung.Cinta hanya melongo melihat begitu megahnya rumah ini, Bak istana
Raja.Terkesima dengan rumah bercat putih yang banyak di tumbuhi pohon cemara di
sisi-sisinya itu, membuat Cinta hanya berdiri mematung di samping mobil tanpa
berkata sedikitpun, tanpa ia sadari Pak Agung memperhatikan tingkahnya.Tangan
Pak Agung memukul pundak Cinta dengan lembut
"Cinta!"
"Ya Pak"Cinta langsung menghadap Pak Agung
karena rasa Kagetnya
"Ayo masuk!"
Dengan segera Cinta
melangkahkan kakinya menuju pintu rumah Pak Agung yang terukir dengan indah dan
beraksitektur modern.
***
"Kevin..... Aku
mencintaimu"
Sekejap kata-kata itu
menyusup dalam lamunan Kevin, yang tengah duduk di atas lantai dan bersandar
pada bedcover menghadap ke jendela kamar yang berada di lantai dua.Kata-kata
itu menyelimuti lamunan Kevin setiap waktu setelah kejadian tragis yang menimpa
kekasihnya.Selalu terikat dalam bayangan Cindy, seolah tak akan ada lagi wanita
di dunia ini yang bisa menggantikan keberadaan Cindy di kerajaan hati
Kevin.Kabut tebal kesedihan terlihat semakin menebal saat Kevin menatap fotonya
bersama gadis itu di sebuah taman saat Tahun baru 2013.Cahaya pagi dari jendela
kaca seukuran pintu itu tak mampu menyingkap kabut tebal kesedihan.Menunduk
dalam sepi dan sunyi berlintasan air mata di pipi Kevin, ini adalah pertama
kalinya dia menangis hanya karena seorang wanita.Rambutnya terlihat
acak-acakan.Tak lagi memperhatikan diri sendiri, hanya terpenjara dalam
masa-masa indah bersama Cindy dan hanya bisa berharap masa-masa itu akan
terulang kembali suatu saat nanti.
***
Setelah berkenalan dengan
mama dan nenek Kevin, saatnya Cinta harus menemui Kevin.Dengan membawa sepiring
nasi dan segelas susu, Cinta melangkahkan kakinya menuju kamar yang berada di
lantai dua.Dengan dada bergetar Cinta yakin bisa melakukannya dengan baik.Cinta
mengetuk pintu kamar Kevin, namun tiada jawaban. Dengan sedikit keberanian,
Cinta membuka pintu kamar, tak ada sesuatupun yang dilihatnya.
“Permisi… Haduh aku
manggil apa ya, Bli Kevin?”
Tiba-tiba ada seseorang
yang memegang bahu Cinta,
“Cindy… kamu kemana
saja…Aku sangat merindukanmu”
Cinta kaget, dan berbalik
badan, ternyata ini anak Pak Agung bisik Cinta dalam hati,
“Cindy? Kamu Cindy,
kenapa kamu lupa denganku?”
“Maaf Bli saya Cinta
bukan Cindy, saya mengantarkan….”
“Kamu itu Cindy”Kevin
begitu ngotot jika Cinta adalah Cindy, dia memegang pipi Cinta dengan kedua
tangannya,”Kamu sudah terlalu lama meninggalkan aku, jangan pergi lagi Cindy,”.
“Ya.. ya, sekarang Bli
Kevin makan dulu ya”Akhirnya Cinta mengalah, agar Kevin mau makan.
“Baik aku akan makan,
sebanyak yang kamu mau, asalkan kamu tidak meninggalkan aku lagi”Kevin akhirnya
makan dengan didampingi Cinta disampingnya.
***
Hari demi hari dijalani
Cinta dengan tetap sebagai Cindy di mata Kevin, mereka berjalan-jalan, makan
bersama dan melakukan semua kegiatan bersama-sama, sampai akhirnya tak terasa
sudah hari ke-tujuh belas, kali ini Kevin mengajak Cinta ke sebuah taman
bunga.Cinta duduk di sebuah bangku kayu yang sudah mulai usang.
“Putri Kecil? Ini
untukmu, terimalah sebagai tanda Cintaku?” Kevin berada di belakang Cinta
dengan membawa setangkai bunga mawar kecil yang masih menguncup.
Cinta menerima bunga itu
dengan senyum menghiasi bibirnya, Begitu besarnya Cinta Kevin pada Cindy,
Seandainya dia bisa mencintaiku sama seperti... apa yang ku pikirkan, itu tidak
mungkin Cinta membuyarkan lamunannya yang mulai menguasai hatinya yang
tergetar oleh tingkah Kevin yang selalu membuat hari-hari Cinta selama 17 hari
ini berwarna.
***
Dengan selalu semangat ,
seperti biasa Cinta di jemput Pak Agung, ini adalah hari ke 24 jadi hanya
tinggal seminggu waktu Cinta bersama Kevin.
“Kevin?”Cinta masuk ke
dalam kamar Kevin dengan membawa sarapan paginya dan meletakkan tas di atas
kasur Kevin,
“Apa Putri Kecil, aku
masih mandi,”
“Ya sudah aku ke bawah
dulu, menyiapkan buah kesukaan kamu ya….”
“Ya”
Beberapa saat kemudian
Kevin selesai mandi, saat dia duduk di atas kasurnya dengan membawa sebuah
handuk untuk rambutnya yang masih basah, bunyi telepon terdengar oleh Kevin
dari dalam tas Cinta.Kevin mengambil ponsel Cinta dan mengangkatnya.
“Cinta, aku Rendy nanti
jadi apa tidak?”
“Siapa Cinta? Ini ponsel
Cindy, mungkin kamu salah nomor”Kevin bingung.
“Kamu siapa, ini benar ponsel
Cinta bukan Cindy, masak sudah dua tahun aku punya nomor ini, aku salah telepon”
“Siapa Cinta?”Kevin
penasaran
“Dia itu anak magang di
Cahaya Studio, Kamu siapa ya?”
“Jelaskan lebih detail,
Siapa Cinta?”
“Kamu pasti Kevin ya?”
Rendy menjelaskan semua
tentang Cinta dan apa yang dia lakukan dan tentang persetujuannya dengan Papa
Kevin.Rendy adalah teman satu tempat magang Cinta.Dia tidak mengerti kalau
seharusnya Kevin tidak boleh tahu tentang hal itu.
Raut wajah Kevin memerah,
dia membanting ponsel Cinta.
Cinta datang dengan
membawa sepiring buah melon yang sudah dikupas.Cinta datang dengan begitu
gembira,
“Sandiwara macam apa ini
Cinta?”Kevin membalikkan badannya, dan menghampiri Cinta yang masih di depan
pintu kamar yang baru saja tertutup.Cinta meletakkan piringnya.Kevin membanting
senua makanan yang dibawa Cinta.
“Apa maksud semua ini?,
kamu telah menipu saya,”Kevin mengambil pecahan gelas, untuk mengancam Cinta.
“Apa maksud kamu
Kevin?”Cinta mencoba memegang tangan Kevin, tanpa sengaja pecahan gelas itu
mengenai lengan Cinta saat Kevin membalikkan badannya.
“Pergi kamu, dan jangan
kembali lagi penipu, ”
“Sebenarnya ada apa
Kevin?”
“Cepat keluar…”Teriak
Kevin pada Cinta
Seraya itu Cinta keluar,
ternyata di depan kamar Kevin sudah berkumpul papa, mama, dan nenek Kevin.
“Kamu tidak apa-apa
Cinta?”Papa Kevin khawatir dengan Cinta, karena dia takut Kevin akan melakukan
hal di luar dugaan.
“Tidak apa-apa Pak, Saya
akan pulang, Pak Agung tidak perlu mengantar saya, Kevin lebih membutuhkan Pak
Agung, dan mohon sampaikan permintaan maaf saya pada Kevin”
Dengan berlinangan air
mata Cinta berlalu begitu saja.Darah mesih keluar dari lengannya, Mungkin memang
sudah waktunya dia tahu yang sebenarnya, bisik Cinta dalam hati,
dengan menoleh lagi pada sebuah rumah yang mempertemukannya dengan seseorang
yang sedikit meluluhkan hatinya, tanpa ia sadari dia mulai mengalirkan rasanya
pada Kevin.
***
Hari-hari berlalu begitu
saja, Pak Agung terus menjelaskan yang sebenarnya bahwa Cinta hanya menuruti
permintaannya.Tapi Kevin tetap merasa dikhianati dan dibohongi. Namun setelah
dia mengingat 24 hari kebersamaannya dengan Cinta, semua kenangan dan apa yang
telah dilakukannya, dia merasa tak pantas melakukan hal ini pada Cinta, tanpa
pikir panjang lagi dia mengambil jaketnya dan meninggalkan kamarnya, mengambil
kunci mobil dan pergi tanpa izin pada Pak Agung.
***
“Cinta….”Kevin mengetuk
pintu gerbang kost Cinta yang sudah ditutup karena sudah lewat jam 8 malam
Cinta mendengar suara yang memanggilnya dari luar,
dengan buru-buru dia menuju gerbang,
“Kavin…!”, Cinta merasa bersalah ketika melihat
bahwa yang memanggilnya adalah Kevin “Kamu mau marah sama aku? Aku minta maaf,
aku tidak bermaksud bohong dan….”
Kevin langsung menarik tangan Cinta dan
memasukkannya ke dalam mobil tanpa menunggu kata-kata Cinta berakhir.
Cinta hanya menunduk tanpa berani memandang Kevin,
Kevinpun tak banyak bicara dia hanya berkata,
“Aku ingin kamu menyelesaikan tugas kamu, yaitu
menemaniku selama 30 hari, dan ini adalah hari terakhirmu 30 Juni 2014,”
Kevin berhenti di sebuah di pantai yang telah sepi
dari pengunjungnya,
Cinta hanya diam di dalam mobil hingga Kevin
mengajaknya untuk turun
“Ayo turun!”
Cinta hanya berjalan lambat di belakang Kevin dengan
kepala tetap menunduk,
Tanpa Cinta tahu, Kevin berhenti dan
memperhatikannya, “Lama banget jalannya?”, Kevin menarik tangan Cinta.
Mereka berhenti di tepi pantai, Kevin berbaring di
atas pasir, dan menepukkan tangannya di atas pasir sebagai isyarat agar Cinta
juga mengikuti apa yang dia lakukan, Cinta pun meletakkan ponselnya di
sebelahnya dan menyalakan alarmnya, agar tidak kemalaman pulang, lalu
merebahkan tubuhnya di atas pasir untuk melihat bintang malam.
Kevin mulai berbicara dan menceritakan kisahnya
dengan Cindy dari awal dia bertemu,
“…. Dan kamu datang, yang aku anggap Cindy, aku
memang masih mencintai Cindy tapi aku rasa dia harus aku hapus dari ingatanku
dan aku harap kamulah yang akan…..”
Lagu S4 terdengar di telinga Kevin, dan menghentikan
ucapannya, “udah jam 9?”Pandangan Cinta masih remang.
“Kamu tidur ya tadi?”
“Ha tidak, aku hanya sedikit terlelap, udah jam 9,
ayo pulang… Oh ya, aku mau bertemu Pak Agung sebentar boleh?”
Dia
dengar tidak ya apa yang ku katakan? Bisik Kevin dalam hati,
***
Kevin masuk ke kamarnya, dan meninggalkan Cinta bersama
kedua orangtuanya,
“Pak Agung, saya hanya ingin pamit sama Pak Agung,
karena besok saya akan kembali ke Jawa, saya berterimakasih pada Pak Agung yang
sudah mau menerima saya di perusahaan Pak Agung,”
“Sudahlah, tak usah diungkit lagi, Saya yang harus
berterimakasih sama kamu, yang mau membantu saya…”
“Tidak Pak Agung, saya tidak membantu Pak Agung,
tapi saya yang malah membuat suasana menjadi seperti ini, untuk Bli Kevin ,
tolong sampaikan permintaan maaf saya ya Pak, saya takut kalau menyampaikannya
secara langsung dengan dia, saya takut merusak suasana sekarang, aku minta maaf
atas semuanya… sudah malam Pak, saya akan pulang,”
“Ya sudah biar Kevin yang mengantarkanmu”, Pak Agung
pun memanggil Kevin
***
Tiket pesawat telah siap untuk menerbangkan Cinta
pulang,
Setelah perjalanan di udara, Cinta naik mobil
sewaannya untuk membawanya ke rumah Orangtuanya.Dia membuka ponselnya, dan
mendengarkan suara yang sengaja ia rekam saat ia di pantai bersama Kevin, ia
sengaja merekamnya agar tak ada kata yang terlewatkan Karena dia merasa tidak
sanggup mendengarkan kata-kata Kevin dengan mata yang mulai lelah dan ngantuk.
Dia pencet tombol Play,
“…. Dan kamu datang, yang aku anggap Cindy, aku
memang masih mencintai Cindy tapi aku rasa dia harus aku hapus dari ingatanku
dan aku harap kamulah yang akan…..”
“Yahh kata-katanya gk kedengaran gara-gara alarm,
kira-kira apa ya kelanjutannya? Sudahlah lagian mana mungkin aku akan bertemu
dengan dia kembali…”
***
Mentari pagi menyinari kamar Kevin, cahayapun masuk
lewat celah tirai di jendelanya, membangunkannya dari mimpi di tidurnya.Sarapan
pagi siap disantap di atas piring , selembar roti terbalut selai strawberry,
“Pa.. Aku ingin mengajak Cinta jalan-jalan dulu ya,?”
“Jalan-jalan dengan Cinta? Dia sudah kembali ke Jawa,
dan dia meminta saya untuk menyampaikan kata maaf dengan kamu”
“Apa? Papa tidak bilang kalau dia akan pulang,? Papa
punya alamat rumahnya? Aku akan menyusulnya, Pa tolong pesan tiket pesawat, dan
telepon supir Tante Marni di Malang untuk menjemput ku dan menemaniku ke rumah
Cinta, ”Kevin bergegas pergi ke kamar untuk bersiap-siap, dengan roti masih di
mulutnya,“Nanti Papa sms aku ya alamat Cinta, Bye Pa”
“Eh Kevin?”,
Pak Agung hanya tersenyum sendiri saat melihat
tingkah aneh anaknya
***
Sebuah mobil berwarna putih menjemput Kevin di
bandara Abdurrahman Sholeh di Malang, tanpa mampir lagi ke rumah tantenya, dia
menyuruh agar segera menuju alamat yang sudah tertulis di ponselnya.
***
“Ibu?”Cinta memanggil ibunya dari depan rumahnya
yang bercat hijau dan berlantai dua itu, dengan banyak bunga di depannya, dan
tertata rapi begitu saja,
“Cinta?”
Senyumpun menghiasi wajah ibu Cinta yang akan
memasak,”Kamu kok tidak bilang kalau akan pulang?”
“Kan ini kejutan Bu, Ibu mau masak?”
“Iya, ini mau masak makanan kesukaan kamu, ”
“Beneran Bu? Ayo Bu aku kangen masak bareng dengan Ibu”
***
Setelah dua jam menembus macet di perjalanan dari
Malang akhirnya Kevin sampai di Kecamatan Kawi. Dia bertanya-tanya untuk
mencari alamat Jl. Kawi No.19 Rt.17 Rw.06 Desa Banjararum. Sampailah Kevin di
sebuah pertigaan Desa Banjararum dia lurus saja, setelah ada perempatan dia
menyuruh supirnya untuk belok ke kanan.Sepintas Kevin melihat seorang pemuda
sedang mencuci sepeda motornya di tepi jalan,
“Permisi ini Desa Banjararum?”Tanya Kevin
“Iya”
“Anda tahu rumah Cinta Bella?Tolong antar saya ke
rumahnya?”
“Rumah Cinta? ” Mau
apa pemuda ini mencari rumah Cinta? Apa Cinta sudah pulang?, bisik pemuda
itu dalam hati
Pemuda itu adalah seorang yang pernah melamar Cinta,
yang saat itu masih duduk di bangku SMP, semua itu sudah terbiasa bagi
seseorang gadis yang tinggal di desa seperti Cinta. Pemuda itu adalah Putra,
dan juga mantan kekasih Cinta.Mereka memulai hubungan saat Cinta akan pindah ke
kota Malang untuk bersekolah, namun akhirnya hubungan itu putus di tengah jalan
dengan alasan bahwa pemuda itu tak ingin mengganggu sekolah Cinta.Namun dibalik
semua itu, ternyata pemuda itu masih menyimpan rasa cintanya pada Cinta.
“Baiklah akan kuantar”, pasti dia teman SMK Cinta,
aku akan mengantarnya, sehingga aku bisa bertemu dengan Cinta, bisik lelaki itu
dalam hati.
Putra pun mengantar Kevin ke rumah Cinta dengan
menggunakan sepeda motornya yang berwarna merah.
Hanya sekejap saja Kevin sudah sampai di rumah
Cinta.
“Assalammu’alaikum” Putra mengetuk pintu rumah Cinta
“Wa’alaikumsalam, Mas Putra?”
“Cinta?” Kevin muncul dari belakang Putra,”Kenapa
kamu tidak pamit denganku saat kamu akan pulang?”
“Kevin? Kenapa kamu disini?, owh ya Mas Putra
silakan masuk,”
“Kamu sudah pulang Cinta? Ini teman kamu ya?”,Senyum
tersungging di bibir Putra yang telah lama tak melihat Cinta.
“Saya calon suami Cinta…”Kevin menyahut begitu saja
pertanyaan Putra
“Kevin?” Cinta menatap Kevin dengan penuh tanda Tanya
“Owh begitu, ya sudah Cinta aku pulang dulu….”
Terlihat begitu jelas guratan-guratan luka di wajah
Putra, begitu terlihat jelas penyesalan di raut wajahnya, dengan langkah gontai
dia melagkah pergi meninggalkan semua impian untuk bersama Cinta dan mengubur
semua harapan dan penyesalan di hatinya.
“Kevin, apa maksud kamu….”
“Aku adalah calon suami kamu, owh ya dimana orang
tua kamu?”
“Apa yang akan kamu lakukan?”
Ibu Cinta keluar dari dalam dapur setelah dia
mendengar Cinta menyebuut kata Putra, dia yang pernah mengharap bahwa Cinta
akan bersama dengan Putra, harus pupus karena jodoh bukan pada mereka.
“Siapa ini Cinta?”
“Perkenalkan nama saya Kevin Tante, tante ibunya
Cinta kan?bisa bicara dengan tante?”
“Ayo, ayo silakan duduk, Cinta buatkan minum”
“Ya Bu…”
Cinta membuatkan segelas teh, dan tak pernah tahu
apa yang mereka berdua bicarakan, Cinta merasa masih belum percaya jika Kevin
akan datang untuk mencarinya,semua seperti mimpi, dan Cinta pun menepuk-nepuk
pipinya “aduh… ini nyata”
“Emb tante saya boleh mengajak Cinta keluar?”
“Kemana?”
“ya Jalan-jalan tante biar Kevin tahu daerah ini,”
“minumnya?”Cinta menunjuk minuman yang baru saja dia
buat
“Nanti kan saya kesini lagi, ayo, pamit dulu
tante?”Kevin mencium tangan Ibu Cinta.
Mereka berjalan menuju mobil Kevin yang diparkir di
tepi jalan desa yang sempit, Kevin menyuruh agar sopirnya tetap berada di rumah
Cinta, sehingga mereka hanya pergi berdua saja.
“Kamu mau kemana?”
“Antar aku ke toko untuk membeli sesuatu”
“Untuk apa?”
“Sudah jangan cerewet, antarkan saja aku.”Kevin
menancap gas mobilnya, dan perlahan-lahan mobil itu bergerak dengan lambat
melewati jalan yang hanya cukup untuk satu mobil itu.Kira-kira 15 menit
kemudian Kevin sampai di Toko Goldy, mereka turun dan masuk ke Toko, Tiba-tiba ponsel
Cinta berdering, saat dia baru masuk di pintu depan Toko Goldy.
“Siapa?”Tanya Kevin
“Tidak tahu, aku lihat dulu”
Saat Cinta mengeluarkan ponselnya, tangan Kevin
mengambilnya dengan Cepat,
“Before ice? Siapa ini?” Kevin merasa aneh dengan
nama pengirim pesan itu, lalu Kevin melihat daftar kontak di ponsel Cinta,
semua nama di dalamnya sungguh aneh-aneh, V This, Double In K, Poor, D N…”Apa
ini? Kok aneh sekali nama-namanya, kamu ini aneh-aneh saja, ganti nama-nama itu
sekarang.”
“Ha sekarang? Ini banyak banget,”
“Tidakk mau tahu, pokoknya selesai aku cari barang
kamu harus selesai.”
Kevin menelusuri Toko untuk mencari hadiah untuk ibu
Cinta, Cinta dengan terburu-buru mengganti setiap kontak dengan nama asli
mereka, beberapa menit kemudian Kevin datang dari belakang Cinta,
“Pasti sudah selesai kan?”
Kenapa
aku nurut aja sama dia kata Cinta dalam hati, “Cinta tidak mau terusin,
memangnya kamu siapa nyuruh-nyuruh Cinta?”
“Aku kan pacar kamu,”
“Ih…. pacar? Kapan Kevin menyatakan cinta sama
Cinta?”
“Oh jadi kamu lupa kapan? Baiklah ikut Kevin
sekarang”
Kevin menarik tangan Cinta, ke tengah-tengah
bangunan toko yang ramai dengan pembeli itu,
“Kamu lupa waktu kita di tepi pantai? Tentang apa
yang aku katakan sama kamu?”Kevin mengeraskan volume suaranya, sehingga setiap
pembeli memperhatikan mereka,
“Apa yang Kevin lakukan?”
“Mohon perhatiannya, maaf mengganggu kalian yang ada
disini, ini ada satu cewek, yang tidak mengakui aku sebagai pacarnya, katanya
aku tak pernah menyatakan cinta, kali ini aku akan menyatakannya,”Wajah Cinta
memerah, karena malu diperhatikan banyak orang.
“Cinta, aku Kevin, aku sangat sayang sama kamu,
terimakasih kau telah mengembalikan semangat hidupku, dan kali ini aku
memintamu untuk tetap menyemangatiku, Kamu mau melakukannya?”
Cinta hanya diam gemetar seluruh tubuhnya yang telah
basah karena keringat dingin. Beberapa lama Cinta tetap diam mematung di depan
Kevin dengan mata yang tetap menatap Kevin, dan terlihat sekali kegugupannya di
mata Kevin
“Aku ingin kamu jawab sekarang, baiklah jika kamu
tak mau menjawabnya kamu cukup memilih saja”Kevin mengambil seikat bunga dan
sebuah boneka pink di toko tersebut, “Pak saya bayar nanti saja ya, ini lagi
penting” Kata Kevin pada pemilik toko, serentak para pengunjung menyembunyikan
tawa mereka.”Sekarang kamu pilih boneka atau bunga? Jika kamu pilih bunga maka
kamu akan menerima cinta ku, dan tentunya jika kamu memilih boneka kamu akan
menjadi pacarku, ”semua pengunjung tak tahan lagi menyembunyikan tawa, melihat
kelakuan Kevin yang aneh, “Tenang masih ada dua pilihan lagi, jika kamu memilih
kedu-duanya maka kamu tidak akan… menolak ku dan satu lagi jika kamu tidak
memilih keduanya, berarti boneka dan bunga ini akan kukembalikan pada pemilik
toko dan kita jadian, mau pilih yang mana kamu?”Serentak semua pengunjung
tertawa mendengar ucapan Kevin,
Cinta terlihat menahan tawanya , dan dengan cepat
dia mengambil keduanya tanpa sepatah katapun.
“Terimakasih Kau mau melakukannya…”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar